Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Rokan Hilir Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026

P2P

Anggota Bawaslu Kabupaten Rokan Hilir foto bersama peserta P2P di akhir kegiatan.

Bagansiapiapi, Bawaslu Kabupaten Rokan Hilir menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 dengan mengusung tema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat". Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Bawaslu Kabupaten Rokan Hilir ini dilaksanakan secara hybrid, yaitu melalui tatap muka dan daring (Zoom Meeting), sebagai upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam mendukung pengawasan partisipatif pada penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan mendatang. (27/06/26)

Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas 25 peserta yang hadir secara langsung di lokasi kegiatan dan 15 peserta yang mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting. Tingginya antusiasme peserta mencerminkan komitmen masyarakat untuk turut serta mewujudkan pemilu yang jujur, adil, demokratis, dan berintegritas.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Provinsi Riau, Alnofrizal, melalui Zoom Meeting. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan salah satu strategi Bawaslu dalam memperluas keterlibatan masyarakat pada setiap tahapan pengawasan pemilu. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam menjaga integritas demokrasi serta mewujudkan Pemilu Tahun 2029 yang bermartabat.

Selanjutnya, Anggota Bawaslu Provinsi Riau Divisi Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Amiruddin Sijaya, menyampaikan materi mengenai pentingnya Pendidikan Pengawas Partisipatif sebagai wadah untuk membentuk kader-kader pengawas partisipatif yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kepedulian terhadap proses demokrasi di Indonesia.

Pada sesi pertama, Nasrudin, selaku Plh. Ketua Bawaslu Kabupaten Rokan Hilir, bersama Sulaiman Fakhrur Razi, Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Rokan Hilir, memberikan materi mengenai pendalaman pengetahuan dan keterampilan teknis pencegahan pelanggaran dan sengketa proses pemilu, teknis pelaporan dugaan pelanggaran pemilu, serta teknis permohonan penyelesaian sengketa proses pemilu. Jalannya sesi dipandu oleh Budi Butar Butar dan Muhammad Albar sebagai fasilitator yang mengarahkan diskusi serta interaksi peserta selama pembelajaran berlangsung.

Untuk menjaga semangat dan konsentrasi peserta, panitia menyisipkan sesi ice breaking (bina suasana) sebelum melanjutkan materi berikutnya, sehingga suasana kegiatan tetap aktif dan kondusif.

Pada sesi kedua, Anggota Bawaslu Kabupaten Rokan Hilir, Nurmaidani dan Dedi Sahputera Sibuea, menyampaikan materi tentang pendalaman pengetahuan dan keterampilan teknis pengembangan gerakan pengawasan partisipatif, penguatan jaringan pemberdayaan komunitas, serta pengawasan partisipatif berbasis digital. Sesi ini didampingi oleh fasilitator Adam Harianda dan Masnoer. Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya kolaborasi antara Bawaslu dan masyarakat dalam membangun jejaring pengawasan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.

P2P

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai pertanyaan, masukan, dan pengalaman terkait pengawasan pemilu di lingkungan masing-masing.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir kader-kader pengawas partisipatif yang mampu menjadi mitra strategis Bawaslu dalam mengawal seluruh tahapan Pemilu dan Pemilihan, sehingga tercipta proses demokrasi yang semakin berkualitas, berintegritas, dan bermartabat menuju Pemilu Tahun 2029.

Penulis dan Foto : Ahmad

Editor : K. Amri